Poem; Poet; and Cover Songs: An expression in the timeline of Life and Love

Sejauh ini, istilah unconditional love masih bisa diterima sebagai sebuah deskripsi tentang perasaan yang penuh dengan lika-liku dalam perjalanannya, namun tidak pernah menggugurkan, mendegradasi, ataupun merusak marwah cinta kepada sosok yang dituju. Perasaan ini terkadang membawa pada sebuah inspirasi untaian kata dan kalimat: baik puisi, maupun bait kata yang terangkai dan dibacakan penuh perasaan.


Finish line bukanlah akhir, tapi awal untuk membuka jalan menuju kebahagiaan orang yang dicintai.

Patah Hati Terhebat

Setiap hati pernah terluka, dan setiap luka punya caranya sendiri untuk bicara. Ada yang menangis, ada yang marah, ada yang hanya diam meratapinya. Tapi satu hal yang pasti: Jangan pernah membenci seseorang yang pergi, tapi bencilah perpisahan yang membuatnya harus pergi.

Banyak yang berkata, waktu akan menyembuhkan. Namun, bagaimana jika justru waktu yang membuat kita semakin larut dalam kenangan? Terkadang, seseorang hadir bukan untuk tinggal, melainkan untuk mengajarkan kita arti menerima—menerima bahwa tak semua yang kita inginkan akan menjadi nyata.

Maka, biarkan luka itu menjadi kenangan. Ada cinta yang tak mati, hanya saja ia memilih menyerah pada takdir—bukan karena tak bisa diperjuangkan, tetapi karena ia sadar, tak semua yang indah harus dimiliki.


Kedalaman cinta tidak akan diketahui kecuali setelah perpisahan. Kagumi saja dia, tapi jangan berharap bahwa kamu akan memilikinya.K

Cover Songs:

Leave a comment